Tampilkan postingan dengan label Kepedulian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepedulian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

Sehari yang Menginspirasi



Tiga puluh menit kalo kita gunakan untuk bersenda gurau dengan teman pasti kurang. Tapi tiga puluh menit berada di satu kelas saat Hari Inspirasi berlangsung akan terasa sangat, sangat lama. Dan disitulah keseruan harimu dimulai.
pengalaman pertama mengajar anak SD,, seharian :)


Kamu akan tahu rasanya ‘membeku’ kehabisan kalimat untuk disampaikan, kehabisan cerita untuk dibagi, bahkan kehabisan akal untuk memahami tingkah laku anak-anak di salah satu sekolah dasar.

inilah senyum-senyum penerus bangsa ^_^
 
ketika para guru ikutan memeriahkan kegiatan :D

Tapi, kamu justru akan menjadi pribadi yang lebih baik dan belajar banyak hal ketika terjun di Hari Inspirasi. Pribadi yang lebih sabar menghadapi segala tingkah laku anak SD, pribadi yang lebih bijak dalam menyampaikan kisah profesimu di depan banyak mata, dan pribadi yang lebih peka melihat betapa anak-anak saat ini butuh penyegaran dari sekedar belajar. Dan disitulah peran kita, seorang Inspirator. Membuka cakrawala, wawasan anak-anak terutama anak SD dalam menggali kemampuan mereka, membangun semangat mereka sejak dini, agar kelak mereka mau berusaha lebih untuk meraih cita-cita mereka.

pelepasan balon cita-cita,, ada harapan yang tertulis,, dititip bersama terbangnya balon ke langit


Hari yang tak mudah tapi tak juga sulit dilalui. Dan saya percaya, bahwa di hari itu, Hari Inspirasi, telah terekam dalam ingatan anak-anak Indonesia untuk mereka terus belajar, berkreatifitas, mengasah bakat serta kemampuan mereka demi perwujudan cita-cita mereka kelak.

the team - kelompok 2 Kelas Inspirasi-1 Medan
(ki-ka : Tonggo, Syifa, Kurnia, Fitri, Ifah, Natalie, saya, Ronald)


saya bersama siswa kelas 1,, yang sukses bikin lelah yang super dan suara nyaris abis :D

Menjadi bagian dari Kelas Inspirasi adalah salah satu hadiah pernikahan bagi saya.. mendapati pengumuman kelulusan menjadi inspirator ketika baru beberapa hari menyandang status sebagai istri ^_^
Dan buat saya.. pengalaman ini akan menjadi salah satu pengalaman berharga untuk kemudian dapat saya ceritakan bahkan terapkan pada beberapa teman agar tak melewatkan jika kesempatan sebagai inspirator datang lagi ;)
 

- Adinda -
Inspirator #KI-1 Medan
Hari Inspirasi, 1 Oktober 2014

Senin, 27 Januari 2014

Karena Kita (masih terus) Peduli



Sesungguhnya saya bingung harus berekspresi dan berkata apa. Tapi ada rasa haru, bangga, syukur, entahlah, semua menyatu jadi satu ketika masih begitu banyak masyarakat Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun yang sedang di luar negeri, bersatu untuk kemudian menggerakkan hati masing-masing untuk turut membantu saudara-saudara yang sedang dilanda bencana.

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang pernah di publish di blog ini juga (cek disini )
 Saya dan rekan-rekan Sahabat Indonesia Berbagi (SIGi) khususnya reg Medan, pernah membuka donasi untuk mengajak siapa saja berdonasi, berbagi untuk saudara-saudara kita di Kab. Karo, Sumut, para pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

Alhamdulillah… hasil donasi yang kami terima sudah disalurkan kepada para pengungsi, sejak tanggal 1 Desember 2013. Dan Alhamdulillah, ternyata donasi yang kami terima tidak berhenti pada hari itu. Donasi masih saja terus mengalir sampai hari-hari berikutnya. Rekan-rekan SIGi Makassar, SIGi Jabodetabek, SIGi Surabaya, sahabat-sahabat dari status dan komunitas manapun, bahkan sahabat yang sedang berada di luar negeri pun turut membantu tersalurnya donasi kepada pengungsi. Hal yang membuat saya dan rekan-rekan SIGi Medan tak henti-hentinya bersyukur.

Dengan bersinergi ke berbagai pihak, diantaranya Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut, Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Medan, AIMI (Assosiasi Ibu Menyusui Indonesia) SUMUT, kegiatan penyaluran bantuan pun berjalan secara bertahap dan dalam berbagai bentuk. Adapun jenis donasi/ bantuan yang disalurkan hasil dari donasi pada sahabat adalah tong penampungan air 2000 liter, obat-obatan, selimut dewasa, selimut bayi, pakaian layak pakai, logistik, keperluan bayi dan ibu hamil/menyusui, serta paket biskuti, susu, alat tulis untuk trauma healing anak-anak. Kegiatan yang dilakukan adalah penyaluran bantuan ke beberapa posko, pelayanan kesehatan gratis, trauma healing berupa masak lemang bersama dengan ibu-ibu pengungsi, mendongeng dan bermain dengan anak-anak.

Pelayanan kesehatan kepada pengungsi (sinergi dengan PKPU)

Penyaluran selimut anak
Dongeng sinergi dengan PKPU

Pemberian alat tulis/ buku untuk anak-anak

Bernyanyi dan bermain dengan anak-anak pengungsian (sinergi dengan ACT)

Penyerahan Penampungan Air kapasitas 2000 liter (sinergi dengan ACT)

Kelas mini konseling untuk ibu hamil - menyusui (sinergi dengan AIMI SUMUT)

Penyaluran bantuan sinergi dengan AIMI SUMUT

Kumpul bersama pengungsi sebelum kegiatan masak lemang bersama (sinergi dengan ACT)

Maka selanjutnya… Sabtu, 1 Februari 2014, SIGi Medan bersama bapak/ibu dari DPC PORPI (Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia) Kota Medan yang dikoordinir oleh Ibu Wilda Trysnie dan DPC PORPI Tanjung Balai, bersinergi juga dengan Cliquers (komunitas fans Ungu) Medan, melaksanakan senam bersama di posko pengungsian. Dengan bantuan koordinasi bersama bang Miltra Sembiring selaku relawan di lokasi, Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar.


serah terima donasi kepada ketua Posko Maka Mehuli Samura

Berangkat dari Medan sejak pukul 6 pagi, kami pun tiba jam 9 di posko pertama yaitu Posko Maka Mehuli Samura, yang dihuni oleh penduduk dari Desa Gung Pinto. Donasi berupa logistik, perlengkapan bayi dan wanita, serta pakaian layak pakai diserah-terimakan sebelum senam bersama. Dan ketika senam dimulai, antusiasme yang luar biasa dari pengungsi, anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, lansia. Semua ikut senam bersama yang dibagi beberapa sesi. Senang rasanya melihat senyum mereka, bergerak seru bersama mengikuti irama senam. 



suasana senam bersama di posko Maka Mehuli Samura

Sebelum senam dimulai, sempat saya berbincang banyak dengan adik-adik pengungsi, yang sepertinya akan saya rindukan, antusiasme mereka bercerita tentang sekolah dan hidupnya. Dan setelah senam, berbincang pula dengan ibu-ibu lansia yang tampaknya ketagihan dengan senam yang kami gelar, karena dia merasa tubuhnya jadi lebih segar dan pegal kakinya berkurang, dan meminta kami datang setiap minggu. Maka adakah yang bisa mengganti kebahagiaan kami kala itu setelah berinteraksi dengan pengungsi…?? Kedatangan kami adalah senyum bagi mereka, pun senyum mereka adalah hadiah buat kami.

disini anak-anak TK dan PAUD sementara mengenyam pendidikan selama mengungsi

bersama adik-adik di posko pengungsian Maka Mehuli Samura

 Jam sebelas siang kami pun melanjutkan perjalanan ke posko berikutnya untuk kemudian mengantarkan donasi logistik lainnya, pakaian dan topi hangat untuk lansia. Ditemani langit agak gelap, dan akhirnya hujan debu vulkanik turun begitu kami sampai di posko Desa Guru Singa. Dan setelah sampai Medan, lalu membaca berita, barulah saya menyadari di saat itulah semburan awan panas terjadi yang menewaskan beberapa orang. Sedih dan khawatir yang belum usai bahkan belum tahu sampai kapan selesainya.

suasana posko pengungsian Korpri - Desa Guru Singa

berbagi ceria bersama adik-adik dengan foto bersama :)

 Mari tetap berdoa untuk saudara-saudara kita di Sinabung, untuk saudara-saudara setanah air yang juga tertimpa bencana. Meski mungkin kepedulian secara langsung sulit terealisasi, maka berdoalah, karena kekuatan doa lah yang tak perlu diragukan.

Mari terus menjadi orang hebat yang bergerak ketika tergerak.

SIGiers Medan w/ Cliquers Medan
Team dari DPC PORPI Medan dan Tanjung Balai


foto bersama all team - SIGi, PORPI, dan Cliquers

 Terimakasih untuk dukungan semua pihak yang telah bersinergi dengan kami, SIGi –Sahabat Indonesia Berbagi, sejak September 2013 hingga Februari 2014, dalam aksi Peduli Sinabung.
Terimakasih juga kepada para donatur yang mempercayakan kami untuk menyalurkan bantuan. Tak ada hal yang lebih bahagia dari memberi manfaat bagi orang lain.

@SIGiMedan
- Medan Mengukir Cinta-
(program aksi kepedulian SIGiers Medan terhadap bencana, kesehatan, dan hal lain yang bersifat urgent dan accidental)

Berikut video aksi kami 1 Desember lalu...
dan tak ada kata selesai untuk kembali beraksi...

@SIGiMedan

Senin, 25 November 2013

Kita untuk Sinabung



08 Nov 2013, 07:29:57

Sepagi ini saya sudah mendapat sms. Dan isi sms bukanlah sms yang bisa diabaikan bgitu saja.
Nada Gultom, dari pihak Nyfara Foundation kembali mengajak teman-teman dari SIGi untuk kembali merapatkan barisan dalam aksi Peduli SInabung.
Yaaa… kita diundang rapat untuk membahas aksi Peduli Sinabung.
***

Gunung Sinabung, ternyata erupsinya di September 2013 belum berakhir. Justru tampaknya kini semakin parah. Di bulan November ini sudah berulang kali Sinabung erupsi. Penduduk kembali mengungsi.
Kita tentu tak dapat menutup mata, telinga, dan hati untuk berpura-pura tidak peduli dengan situasi seperti ini. Maka ketika kita mampu, maka tak ada alasan untuk menolak, berbalik arah, atau mundur demi peduli sesama.
***


16 November 2013

Setelah 2 kali diskusi, maka hari ini ditetapkanlah sebagai gerakan serentak beberapa komunitas di Medan untuk menggalang dana di beberapa titik jalanan kota Medan.

SIGi pun menyanggupi kegiatan penggalangan dana di seputaran Juanda-Polonia dan Taman Ahmad Yani.
Disertai gerimis dan hari yang mulai gelap, SIGi Medan tak gentar untuk berjalan dari satu ruas jalan ke ruas jalan lainnya, dari 1 mobil ke mobil lainnya, dari 1 warung ke warung lainnya, untuk mengumpulkan donasi.

***


24 November 2013

The Day.
Kumpulan Komunitas Anak Medan Peduli Sinabung, siap berangkat ke pos-pos pengungsian gunung Sinabung hari ini.

Dengan diawali doa bersama, pukul 10.30 pagi kami berangkat menuju TKP dengan satu angkot yang berisi seluruh donasi, dan 3 mobil pribadi yang berisi beberapa orang perwakilan dari tiap komunitas, diantaranya Nyfara Foundation, Berbagi Nasi Medan, SMPN 2 Medan, Medan Heritage, dkk.
 briefing dan doa bersama sebelum berangkat

Dan kali ini, dari SIGi mengikutsertakan 5 SIGiers yaitu saya, Nanda, Rani, Kak Syarifah, dan Yudhi Octantyo.
 ki-ka : Rani, Kak Syarifah, Yudhi, Nanda, Saya

Meski malamnya sempat hujan abu vulkanik yang cukup parah sehingga abu vulkanik mencapai Medan, tak menyurutkan langkah kami untuk berangkat.


13.00 WIB

Setelah sebelumnya singgah untuk makan siang di lokasi Penatapan, Bandar Baru, akhirnya kami sampai di Mesjid Istihrar Brastagi untuk menunaikan shalat zhuhur.

September lalu, saat kami pertama kemari pengungsi sangat sedikit berada di mesjid ini. Tapi kini, mesjid ini penuh, tapi Alhamdulillah bantuan masih cukup memadai. Maka kami memutuskan untuk menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian yang lain.

Sembari menunggu teman-teman lain yang masih sholat, sekitar pukul 13.20 WIB hujan abu turun lagi. Para bapak ibu saling berteriak-teriak menyuruh keluarga mereka masuk ke dalam mesjid, anak-anak pun berlari dari segala arah, adapula ibu dan bapak yang menggendong anak-anak mereka sambil berlari, dengan satu tujuan, ke dalam mesjid. Dan saya cukup merasa deg-degan namun hanya bisa terpaku melihat dan merasakan kondisi ini.

Seperti ini rasanya hujan abu vulkanik. Seperti ini rasanya ketakutan ketika hujan abu vulkanik mulai turun. Seluruh tubuh saya pun mendadak dipenuhi bintik-bintik abu vulkanik. Tapi ini mungkin tak seberapa. 

 abu vulkanik yang singgah di jilbab saya


13.30 WIB

Kami pun melanjutkan perjalanan. Sambil berkoordinasi dengan beberapa orang, diperolehlah informasi bahwa ada beberapa posko pengungsian baru yang dibuka karena letusan Sinabung tadi malam. Salah satunya di SMP Muhammadiyah 43 Kabanjahe.

Alhamdulillah, ketika kami tiba disana, bantuan untuk para pengungsi sudah cukup memadai, meski masih kesulitan air bersih. Dan disana ada teman-teman dari komunitas Sedekah Bareng yang sedang bermain dengan anak-anak.
temen-temen dari Sedekah Bareng sedang bermain dengan anak-anak

Maka kami pun melanjutkan pencarian posko baru lainnya.
Jambur Dalihannatolu. Posko ini baru dibuka jam 5 shubuh oleh pemuda karang taruna, dan baru saja diambil kewenangannya oleh bapak-bapak dari TNI. Maka jelas di posko ini belum tersentuh bantuan.
Hanya ada setumpuk kecil bantuan dari posko pusat. Dan kami pun menyalurkan bantuan ke lokasi ini. Lokasi yang sampai kami menurunkan bantuan pun, pengungsi tak henti-hentinya berdatangan dan mendaftarkan diri di sekretariat posko.

Hasil sementara, di posko ini dihuni oleh penduduk dari Desa Sigarang-garang, Desa Kutagugung, dan Desa Kuta Rayat.



 kondisi di posko pengungsian Jambur Dalihannatolu

serah terima donasi

 foto bersama


16.00 WIB

Kami pun tiba di posko selanjutnya. Posko pengungsian yang baru dibuka pukul 00.00 dini hari. GBKP (gereja) di jalan Kabanjahe – Kutacane. Di posko ini terdiri dari penduduk desa Kuta Rayat dan Desa Payung. 

Yaaa.. saya masih ingat bagaimana lokasi desa ini saat erupsi Sinabung September lalu. 2 desa tersebut masih bisa dijadikan desa tempat mengungsi dari penduduk yang rumahnya pada radius kurang dari 3 km. Tapi kini... Justru penduduk di 2 desa itu pun terpaksa harus diungsikan. Maka terbayanglah bagaimana dahsyatnya erupsi Sinabung kali ini.

Dan di posko ini, bantuan pun masih sangat minim. Air bersih tetap menjadi masalah besar pada posko pengungsian. Posko-posko pengungsian baru kesulitan air bersih. Selain itu fasilitas pendukung untuk para pengungsi pun masih belum memadai, seperti tong besar untuk menampung persediaan air, kuali besar, selimut, dan sebagainya.

 barang yang didonasikan

 kondisi posko pengungsian di GBKP jln. Kutacane


16.45 WIB

Kami pun bersiap untuk kembali ke Medan.
Dengan mengantongi beberapa list barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi, kami merasa perlu untuk kembali kesana, kembali mengajak banyak orang untuk peduli, untuk membantu saudara-saudara kita di Kabupaten Karo. Membantu mereka dalam hal memenuhi logistik dan tentu saja membantu pemulihan psikologis mereka.

Ladang mereka habis, rumah mereka pun sudah tak lagi terurus bahkan ada yang atapnya bolong karena dihujani kerikil berulang kali. Sementara Sinabung belum tahu kapan sembuhnya.


kondisi Gunung Sinabung, 24 Nov 2013, 17.00 WIB


Bisakah kita diam mengetahui kondisi seperti ini…?

Kami, Sahabat Indonesia Berbagi (SIGi) Medan, mengajak siapapun Anda yang ingin bergerak, yang hatinya tergerak, untuk ikut peduli menyalurkan bantuan melalui…  


Rek. Mandiri  1060006998622 a.n Adinda Juwita Sari
Rek. BCA 8430211308 a.n Adinda Juwita Sari

Mohon konfirmasi ke no. 0856 681 95 687 setelah transfer.

Atau bisa hubungi ke nomor tersebut untuk info penyaluran donasi langsung.
Apapun, berapapun yang kita donasikan akan sangat berarti bagi mereka.

-NB. Donasi ditunggu hingga 11 Desember 2013-

Mari jadi orang hebat yang bergerak ketika tergerak.
@SIGiMedan