Tampilkan postingan dengan label Aku dan Sekitarku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Sekitarku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Januari 2015

Selamat hey Partner Ngebolang

Hai kamu...
Beberapa hari sering sekali terlintas, tentang aku, kamu, dan semua perjalanan kita...
bahkan sampai pagi ini..
beberapa jam lagi sebelum kamu akhirnya sah menjadi milik lelaki itu.. :)
kamu yang pada akhirnya bertemu partner ngebolang yang baru... hihihi...

Kita.. dulu mungkin tak pernah terpikirkan di tahun berapa pada akhirnya kita mengakhiri perjalanan kesendirian kita,, dengan siapa kita akan bersanding...
yaaa.. kita mungkin tak pernah benar-benar sendiri,, kita selalu ada diantara kita. Apalagi ketika menjejak belahan bumi Indonesia lainnya.. kita saling membutuhkan :)

setelah 4 bulan lalu aku pada akhirnya menemukan partner ngebolang ku seumur hidup :)
hari ini.. kamu pun pada akhirnya menemukannya.
yaaa.. setidaknya aku merasa lega. Ketika kita tak lagi saling melengkapi saat melakukan perjalanan, kini ada dia, pun dia... lelaki kita masing-masing... yang akan selalu menjaga kita, melindungi kita, berjalan disamping kita.
Aku Bahagia..


Tapi Tenera Sari Siregar

Aku lupa entah apa yang menyebabkan kita bisa jadi partner ngebolang sesering dan selama itu...
Entah dari mana asal mulanya..
Pulau Tidung, Jakarta menjadi saksi pertama hubungan kita.. (halah) :D
iyaaa..destinasi wisata pertama kita.. yang ternyata tak puas samapai disitu...
langkah kaki kita terlalu ringan hingga kita sampai ke Bandung.

Pulau Tidung - Jakarta

Gedung Merdeka - Bandung

selanjutnya Sabang - Aceh, bersama beberapa teman yang lain,, lagi-lagi kita ada.. tetap lengkap berdua menikmati perjalanan...

Pantai Sumur Tiga - Sabang



Mesjid Baiturrahman - Banda Aceh




Kemudian. kita tak pernah berhenti.. selalu bermimpi menjejak di kota-kota Indonesia lainnya...
Jogja, Semarang, Surabaya...
aaahh... apalagi cerita Surabaya.. cerita perjalanan yang paling lucu dan entahlah buat ku.. mungkin kamu juga :D
ketika kita tak mengenal siapapun di Surabaya... hanya karena demi tiket promo pulang ke Medan via Surabaya, jadilah kita terdampar di Surabaya selespas dari Jogja.
nitip keril di stasiun, ngebecak ke Delta Plaza, nonton demi membunuh waktu, dan berakhir di Bandara Juanda, tidur di bandara karena takut telat flight pagi.

Parangtritis - Jogja
Ketep Pass - Jogja
Karimun Jawa - Jepara - Semarang

Kekonyolan kita... @ Karimun Jawa

Aku Bahagia.
Selamat untuk hari ini, hey kamu.
Partner ngebolangku sekian kali, sekian tahun...
meski kita kadang sesungguhnya ga cocok slama melakukan perjalanan, tapi toh kita ga pernah kapok ya untuk jalan berdua, jauh dari rumah, tak kenal siapapun di kota tujuan.

Tapi, sesungguhnya tak ada yang lebih bahagia dari perjalanan bersama partner hidup.
Maka nikmatilah...
Maybe someday kita bisa ngebolang bersama lagi, dengan para lelaki kita  :)

Happy Wedding Day Tapi dan Ufan.
doa terbaik untuk kalian berdua.
teruslah saling menjaga.. dan saling memberi rasa bahagia.

Sabtu, 01 November 2014

Sehari yang Menginspirasi



Tiga puluh menit kalo kita gunakan untuk bersenda gurau dengan teman pasti kurang. Tapi tiga puluh menit berada di satu kelas saat Hari Inspirasi berlangsung akan terasa sangat, sangat lama. Dan disitulah keseruan harimu dimulai.
pengalaman pertama mengajar anak SD,, seharian :)


Kamu akan tahu rasanya ‘membeku’ kehabisan kalimat untuk disampaikan, kehabisan cerita untuk dibagi, bahkan kehabisan akal untuk memahami tingkah laku anak-anak di salah satu sekolah dasar.

inilah senyum-senyum penerus bangsa ^_^
 
ketika para guru ikutan memeriahkan kegiatan :D

Tapi, kamu justru akan menjadi pribadi yang lebih baik dan belajar banyak hal ketika terjun di Hari Inspirasi. Pribadi yang lebih sabar menghadapi segala tingkah laku anak SD, pribadi yang lebih bijak dalam menyampaikan kisah profesimu di depan banyak mata, dan pribadi yang lebih peka melihat betapa anak-anak saat ini butuh penyegaran dari sekedar belajar. Dan disitulah peran kita, seorang Inspirator. Membuka cakrawala, wawasan anak-anak terutama anak SD dalam menggali kemampuan mereka, membangun semangat mereka sejak dini, agar kelak mereka mau berusaha lebih untuk meraih cita-cita mereka.

pelepasan balon cita-cita,, ada harapan yang tertulis,, dititip bersama terbangnya balon ke langit


Hari yang tak mudah tapi tak juga sulit dilalui. Dan saya percaya, bahwa di hari itu, Hari Inspirasi, telah terekam dalam ingatan anak-anak Indonesia untuk mereka terus belajar, berkreatifitas, mengasah bakat serta kemampuan mereka demi perwujudan cita-cita mereka kelak.

the team - kelompok 2 Kelas Inspirasi-1 Medan
(ki-ka : Tonggo, Syifa, Kurnia, Fitri, Ifah, Natalie, saya, Ronald)


saya bersama siswa kelas 1,, yang sukses bikin lelah yang super dan suara nyaris abis :D

Menjadi bagian dari Kelas Inspirasi adalah salah satu hadiah pernikahan bagi saya.. mendapati pengumuman kelulusan menjadi inspirator ketika baru beberapa hari menyandang status sebagai istri ^_^
Dan buat saya.. pengalaman ini akan menjadi salah satu pengalaman berharga untuk kemudian dapat saya ceritakan bahkan terapkan pada beberapa teman agar tak melewatkan jika kesempatan sebagai inspirator datang lagi ;)
 

- Adinda -
Inspirator #KI-1 Medan
Hari Inspirasi, 1 Oktober 2014

Kamis, 11 September 2014

Dan Ini Untukmu ;)

Selamaaaaaaaattt...

Seingatku tahun ini adalah kali ketiga kita merayakan ultahmu secara "live" .. :D
Iyaaa... karena selama bertahun-tahun bersahabat denganmu,, ultah mu,, atau ultah ku... hanya tersampai lewat sms atau ucapan di pesbuk.

Lucu sekali yaaaa...

Kado pertama ku apa kabarnya...?? stik drum... pasti udah patah.. atau malah ilang..?? Yasudahlah... hadiah pertama di perayaan pertama secara "live" lebih dari sepuluh tahun pula... jika tak lg tersimpan aku maafkan kok ;)

Kado kedua...?? baru tahun lalu sih yaaa... kado super duper sederhana... notes handmade... tapi aku buatnya lumayan mikir juga itu... hihihi... masih disimpen ga..?? masih niat ditunjukin ke istrimu kelak ga...?? hehehe...



Dan kado ketigaaaaa... taraaaaa.. apa rasanya dapet hadiah itu di ranu kumbolo -semeru...?? trus dapet ucapan selamat ultah di pesawat?? cieee,cieee... :p
sayangnya,, aku gagal ngerekam momen spesial itu >_<



Ranu kumbolo - semeru - 9 Sept 2014


***

Mengenalmu sejak jaman seragam putih biru. Cukup kenal saja. Sungguh tak ada rasa ingin dekat denganmu. Kamu anak nakal sih.... hahaha...

Dan siapa sangka... malah setelah berseragam putih abu-abu, kita jadi bersahabat, hanya karena kita terlalu sering bertemu di tempat tongkrongan yang sama, di dekat SMP kita, padahal kita berada di SMA yang berbeda dan jauh jaraknya. Heran sih yaaaa... kayak gak ada tempat tongkrongan lain deh. Udah lulus SMP masih aja nongkrong di lingkungan SMP >.<

Tapi mungkin disitu hikmahnya. 2001,, perjalanan persahabatan kita pun dimulai. 

Aku masih ingat,, bagaimana kamu gagal mengajak gebetanmu nonton,, dan kemudian malah aku yang nyerobot minta ditraktir nonton :D

Aku masih ingat,, bagaimana kamu mengingatkan ku untuk tidak terlalu dekat denganmu ketika kamu dengan pacarmu. Kamu khawatir aku dicakar. Hahaha… (agak lebay ini :p)

Aku masih ingat,, bagaimana kamu memaksaku untuk menonton kamu latihan sampai manggung meski aku harus berada di lingkungan acara sekolahmu yang buatku tak nyaman. 

Aku masih ingat,, bagaimana kamu tetiba saja pergi,, hanya memberi kabar lewat telepon bahwa kamu akan merantau. Dan lalu kita tak bertemu muka sangat-sangat lama. 

Aku masih ingat,, ketika aku harus menerima kabar kecelakaanmu setelah kita tak pernah bertemu lagi...
 
Aaahh… tak sepenuhnya memang aku ingat setiap detail perjalanan persahabatan kita. Tapi aku tau setiap detail perasaan yang kita punya satu sama lain.

Terimakasih sudah menjadi sahabat hingga selama ini.

Dengan segala kekuranganku,, bahkan kekurang-ajaranku.. hihi… yang suka semena-mena meminta bantuan apapun kepadamu. Dan kamu hampir gak pernah menolaknya :’)

Terimakasih masih menjaga perasaan yang kita punya masing-masing hingga akhirnya aku menikah beberapa hari yang lalu. Dan terpatahkan lah teori “yang katanya” persahabatan beda jenis kelamin akan berakhir cinta. Toh tidak dengan kita. Yeaaayy… kita keren kan…?? Hahaha…
Inilah jawaban dari segala prasangka banyak teman sekitar tentang kita.. 
Kita... hanya sepasang sahabat... tak lebih :)

Terimakasih karena kamu berhasil akrab dengan calon suamiku (kala itu) yang kini sudah sah menjadi suamiku...  :D
Kalian yang seolah tanpa batas. Seolah kalian pun sudah bersahabat lama.
Betapa bersyukur dan beruntungnya aku punya dia yang menerima kamu, tanpa cemburu (katanya.. eh... bener kan ya hey suami :D)
ssstt... yang nyiapin surprise di atas pesawat kemarin suamiku lhoo..
Aku aja ga kepikiran.. eh dia yang punya ide buat minta ke pramugara agar ngucapin "Selamat Ulang Tahun" via microphone pesawat biar seisi pesawat pada ikut ngucapin :D

oh iya.. Terimakasih terkhusus telah membantu segala persiapan hingga hari H di pesta pernikahanku. Kamu memang ga pernah mengecewakanku untuk urusan menolong dan diberi tanggungjawab :)

Dan…. Terimakasih ku ini sepertinya tak akan ada habisnya. :)

Yaaaa… Meski kesal, marah, kecewa, sering kita ciptakan satu sama lain. Entahlah… mendiami-mu dalam waktu yang lama sangat tidak bisa aku lakukan.

Maaf… untuk kesal, marah, dan kecewa yang aku ciptakan untukmu. Tapi sesungguhnya tak pernah aku menyengajanya. Toh… dengan kesal, marah, dan kecewa yang pernah tercipta kita belajar hal baru, tentang mengenal masing-masing kita.

Tak peduli seberapa kamu punya masalah di luar sana,, jika kamu salah, sebisaku mengingatkanmu untuk menjadi lebih baik.
Tak peduli seberapa banyak orang yang tak menyukaimu,, aku tetap sahabatmu :)

Sekali lagi…

Selamat menikmati umur baru, hey kamu… Yudhi Septian Saragih.

Setelah aku pernah bilang,, Makassar adalah trip pertama dan terakhir kita berdua,, Sekarang… Malang adalah trip pertama kamu bersamaku dan suamiku. Dan aku berharap ada trip selanjutnya aku bersama suamiku, dan kamu bersama istrimu… eaaaaakk.. :D

Makassar - Nov 2013

otw Medan - Jakarta - Malang ,, Sept 2014


Semoga status pernikahan yang aku sandang dan kamu sandang kelak tak malah merenggangkan hubungan persahabatan kita.

Jika pun ada yang berubah dan berbeda,, status persahabatan kita janganlah pernah berubah. Aaahh… kemudian tak sabar menanti siapa istrimu kelak. Hihihi…

Doa untuk ultahmu kali ini deh…
Semoga segera dipertemukan jodoh… dan Menikah di 2015 .. Amiiiinnn ;)



NB: kalo yg baca blog ini ada cewe single dan pengen kenal sohibku ini.. monggo.. he's high quality jomblo lhoooo.. *eh :p




Minggu, 12 Januari 2014

Untuk Vague

Tentang lalu yang mungkin sakit dikenang,,
namun inilah tentang lalu yang layak disimpan rapi.

Tentang langkah baru untuk bahagia,,
dan tentang asa yang masih ada untuk terus menoreh senyum.

Vague - by. Cappucinored


Mungkin saya sok tau... euumm... pengaruh saya cukup mengenal sang penulis tampaknya ^_^
Buat saya, Vague adalah cerita tentang kesedihan, sakit hati, dan berujung pada bahagia, yang dituangkan dalam bentuk bait-bait puisi. Entah memang pengalaman dari penulis ataupun kolaborasi dengan kisah di sekitarnya :)

Dan saya coba merangkum komentar untuk Vague lewat bait-bait kalimat yang tertulis di awal tulisan ini. 
Yaaa.. karena saya bukan orang yang pinter mereview sebuah karya, tulisan/ film/ musik, apapun. 
Kadang tak peduli apa kata mereka, beginilah cara saya menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan :)

Rilis sejak pertengahan tahun 2013, namun saya mungkin satu-satunya orang yang termasuk peminat awal buku ini, tapi justru baru selesai membaca buku ini di akhir tahun 2013.
Gak mau buku ini dikirim ke rumah, gak mau minjem buku ini meski ada teman di Medan yang udah punya, dan selalu masa bodo dengan sgala postingan tentang buku ini oleh orang-orang yg sudah membacanya lebih dulu.

Saya selalu punya cara sendiri untuk menikmati karya.
Datang menjemput langsung buku ini. Sebuah karya dari seorang sahabat. Ke Bandung menjelang akhir tahun.
Meski pada akhirnya bukan si teteh langsung yang ngasih (sempet merusak rencana sih ini namanya,, huw >.< ) , tapi setidaknya, perjalanan saya ke Bandung membawa oleh-oleh berupa Vague :)

Teruslah berkarya teteh cappucinored, a.k.a Windri Fitria :)
Sadar ataupun tidak... terimakasih sudah menjadi inspirasi untuk tulisan saya..


Tertanda,
-cimoeci-


Senin, 23 September 2013

Kita Bukan Sekedar Cinta Segitiga



“KTP coba keluarin satu-satu…!!”

Ah… apa ini…?? aku mengernyitkan dahi.

“Untuk apa…??” tanyaku

“Yaaa.. biar kita bisa lebih saling tau lagi. Gak ada pemalsuan data diri, biar ketauan umur.” Katanya lagi.

Yaaa… Syahroni Akbar Prabowo, aku biasa memanggil dia Kembaran atau Twin (sejarah kami yang mengaku anak kembar hanya karena kami punya baju yang sama, jauh sebelum kami saling kenal). Di sebelahnya duduk lelaki jangkung bernama Andi Budiman, yang aku panggil Kang Andi.

Kami… diperkenalkan lewat satu komunitas di jejaring sosial facebook. Dan malam itu, tak pernah terbayang di benakku sebelumnya aku akan menghabiskan semalam suntuk menyusur kota Bandung bersama dua lelaki ini. Dua lelaki yang aku kira sudah berteman lama, tapi ternyata mereka pun baru kenal gegara komunitas tersebut. Tentu saja berkenalan denganku hanya beda beberapa bulan, karena pada akhirnya aku menyempatkan diri menginjakkan kaki di Bandung untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatku dan menemui mereka.

Euumm… bukan.. bukan hanya mereka. Ada teman-teman lainnya yang tergabung dalam komunitas yang ingin aku temui. Tapi tak bisa dipungkiri entah kenapa dengan dua lelaki ini aku punya ikatan khusus, sejak aku bertemu dan berjabat tangan dengan mereka. Dan aku percayai, ikatan yang hingga kini semakin kuat. Dan ada rasa syukur kepada Allah telah mengijinkanku mengenal mereka.

Jalan bertiga untuk pertama kalinya. Semalam suntuk. Dan kita semacam teman lama yang sudah sering jalan bersama. Tak ada ragu, tak ada batas. Hampir dua tahun lalu.


nge-Nasi goreng mumet deket ITB :D



Sempat-sempatnya bergaya ala the beatles di tengah jalan, dini hari, perempatan Dago



***

Aku masih membolak-balik badanku berusaha untuk tidur di dinginnya malam di Prapat. Yaaa… kita sampai ke Prapat terlalu cepat. Dini hari. Hanya karena supir travel yang kita tumpangi melesat lebih cepat dari seharusnya. Jadilah kita bermalam di pelataran mesjid Prapat.

Kang Andi sudah kulihat tertidur pulas. Si Twin pun tampaknya sudah menemukan posisi nyaman untuk tidurnya.

Aaaahh.. meski sudah beralas kain yang tak begitu tebal yang entah kenapa sempat aku bawa untuk perjalanan ini dan memakai jaket tebal, tetap saja aku masih merasa kedinginan. Sampai pada akhirnya aku menemukan posisi tidur yang nyaman, tepat dengan posisi memunggungi punggung si Twin.

Aku pun berhasil tidur beberapa jam hingga suara adzan berkumandang. Pintu mesjid yang sudah dibuka pun menyambut kedatanganku. Aaahh… akhirnya bisa menghangatkan diri di dalam mesjid sebelum aku menunaikan shalat shubuh.

Hari itu, setahun lewat beberapa hari, kita bisa bertualang lagi bertiga. Iya,, bertiga. Tetapi bedanya, saat itu kita ada di tanah Sumatera, tanah kelahiranku. Petualangan yang  tak pernah terbayang dalam mimpiku sekalipun.

Kembali melewati malam bersama kalian. Berjalan kaki menyusur jalanan.

Prapat, Danau Toba, Samosir menjadi saksinya kala itu. 

ga mau kalah eksis sama patung Sigale-gale :D

 tiga insan menerjang badai... eheheh..


***

“ke Selasar Sunaryo yuk..!!” Kang Andi menawarkan.

“Ah.. udah pernah kang. Ada tempat lain kah yang ga kalah seru..?” tanyaku.

“Lawangwangi aja gimana..?” Kang Andi member penawaran lain.

“Haa..?? tempat apa itu??” aku pun penasaran.

“Kayak CafĂ© gitu.”

“Googling aja kali ih…” si Twin pun ambil suara.

Beberapa menit berlalu menunggu hasil dari mbah gugel.

“Gimana..?”

“waaa… keren ini… ayuk..ayuk.. kesana..” aku pun bersemangat.

Yaaa.. kali ini, untuk kesekian kali aku berkunjung ke kota kalian. Dan untuk ketiga kali kita akan menikmati hari khusus bertiga saja.

Jalan Dago Giri adalah tujuan kita. Tak ada angkot menuju kesana. Dan kendaraan pribadi pun tak mendukung. Maka jalan kaki (seperti biasa… hahaha) menjadi pilihan. Karena diyakini pun tempat ini tak jauh dari kosan kang Andi.

Setengah jam lebih sudah berjalan kaki dengan kontur jalanan naik turun semacam lagi naik turun bukit. 

Pfuuhh… hawa dingin Bandung pun tak terasa lagi. Keringat mengucur. Tapi tempat tujuan tak juga tampak.

45 menit berlalu. 
Seperti melihat air di gurun pasir, kita tiba di Lawangwangi.

Akhirnyaaaaa….

Jalanan Bandung, Lawangwangi, tiga bulan yang lalu, menjadi saksi cinta kita lagi.

Iyaaa… kebersamaan tiga insan yang dipertemukan pasti karena Allah, dan insyallah saling menyayangi dan mencintaipun karena Allah.

Tiga insan yang bukan terjebak dalam lingkaran cinta segitiga seperti cerita sinetron, tapi cinta segitiga layaknya satu keluarga. Cinta segitiga yang kadang sulit dijelaskan.



Lawangwangi... kami dataaaaaaang :D



***

Terimakasih atas pertemuannya.

Terimakasih atas kebersamaannya.

Ku rangkum perjalanan kita sejak pertama bertemu dalam tulisan ini. Karena sepertinya aku menyadari sesuatu bahwa tiga bulan yang lalu itu adalah mungkin perjalanan khusus kita bertiga untuk terakhir kalinya.
Karena waktu tak bisa menunggu. Mimpi kita pun tak bisa ditahan. Kita punya satu tujuan masing-masing bersama “masa depan” kita. Yang mungkin jika kita nanti diberi kesempatan jalan dan bertualang bersama, pasti sudah tak bisa bertiga lagi. Tapi sungguh, jika itu kesampaian pasti tak kalah seru :D

Dan jika setelah ini kita masih diberi kesempatan jalan bertiga lagi, mungkin itu bonus, sebelum kita bersama “masa depan” kita masing-masing.


Sabtu, 22 Juni 2013

(Bukan) Karena Saya Pernah Mengalami



Siang,, di kala panas terik.. demi menunaikan tugas negara, saya pun rela menempuh perjalanan hampir 25 km. Belum sampai 10 km,, saya pun memaksa diri untuk singgah di pom bensin demi memenuhi kebutuhan air minum Vano (nama motor saya yang ganteng,, ehey...).


Antrian tak panjang, maka urusan melepaskan dahaga si vano pun tak berlangsung lama.
Sampai pada akhirnya....
terdengar teriakan dari pintu keluar pom bensin... ntah kenapa saya bisa mendengar teriakan yang sepertinya tak cukup kuat itu, karena saya sedang menggunakan headset mendengarkan lagu,, berasal dari suara seorang pria yang umurnya mungkin sekitar 30-an.
Masih lengkap dengan helm dan jaketnya, dia pun menghampiri saya yang seketika setelah mendengar teriakannya, menoleh ke arahnya, lalu menghentikan motor.


Pria tsb (P) : orang lapangan juga ya..?? mau ngantar barang ??

Saya (S) : Haaa..?? (saya bingung dengan pertanyaan si abang ini... oh.. dan akhirnya saya sadar dengan setelan saya hari ini... ransel gede, dan kardus yang nangkring di bagian depan motor).
Saya (S) : bukan bang... kenapa ya..??

P : Oh.. saya kira tukang ngantar-ngantar barang juga...

S : -___-"

P : saya mau minta tolong, dek.

S : (oke baiklah.. meski si abang ini salah duga,, dooohh... saya tau dia mau minta tolong apa.. tebak-tebak buah manggis, dan tebakan saya pasti benar... yuk mari kita lanjutkan percakapannya)
S : emangnya kenapa bang..?

P : saya udah hampir setengah jam lebih disini,, dan baru ini berani manggil. Takut mau minta tolongnya. Saya dari Binjai mau nganter barang ke Pakam, tapi karena buru-buru, STNK, SIM, dan dompet saya tertinggal.

S : (Nah.. kaaann... dugaan saya tak salah.. oke saya tau ujungnya kemana...)
S : Ooohh... jadi abang ini mau ngisi bensin tapii... (saya hentikan pembicaraan sambil tersenyum dan segera mengambil sejumlah uang dari kantong).
S : Ya udah bang, gak apa...ini (sambil menyerahkan uang tersebut)

P : waaahh.. beneran ini dek..?? kerja dimana kamu..?? namanya siapa..?? mana tau saya lewat tempat kerja kamu saya bisa bawa sesuatu.. atau no hp nya berapa..?? nanti janjian saya kembalikan uangnya.

S : (Sambil tertawa kecil) ga usah bang... gak apa-apa... saya pernah seperti ini...
(iya pada keadaan yang sama seperti anda... tak ingat itu kapan tepatnya... tapi saya juga pernah lupa membawa uang dan malah sudah keburu keisi bensinnya, cuma bedanya kala itu saya masih bisa menelpon seseorang utk datang ke pom bensin sambil membawakan uang... tapi malunya udah ga tau lg kayak apa >.< ,, dan syukurnya orang yang dimintai tolong bisa datang,, kalau enggak..??ntahlah.. )

P : jadi beneran gak apa-apa ini dek..?? makasi banyak yaaaa... murah rejekinya...

S : Iya bang gak apa... Amiinn :)

P : trus,, ke arah Pakam, banyak polisi ga ya dek..?? saya kan ga bawa surat-surat?

S : ada polisi bang,, tapi asal  kondisi motor lengkap, lampu hidup, ada spion, abang pun pake helm, ga bakal di stop kok...

P : Oh iya..iya.. trus kamu mau kemana ini..?? kok banyak bawa barang.. makanya saya kira temen saya juga tadi yang sama-sama kurir antar barang.

S : hahahaha... saya mau ke Dinkes Pakam bang,, ada kuesioner penelitian yang harus diantar, makanya banyak bawaan... (menunjuk ke arah kardus di bagian depan motor saya)
S : ya udah ya bang.. saya lanjut perjalanan lagi.

P : Oh iyaaa.. makasi ya dek...

S : Oke bang...


Singkat cerita... eh.. udah panjang kali yaaa.. :D
yaaa.. saya melanjutkan perjalanan sambil berpikir sepanjang perjalanan...
orang tadi... benar atau tidak yaa..?? ah.. tapi saya yakin dia benar.. suara dan wajahnya cukup meyakinkan bahwa dia benar-benar butuh bantuan.
Insyaallah Lillahi Ta'ala saya ikhlas menolong pria itu hari ini :)
Mengingat saya pernah pada posisi dia.. was-was,, malu,, dan lainnya campur aduk semua jadi satu.
Dan tersentak pulalah di pikiran saya... Allah selalu punya cara untuk membuat kita berbuat baik dan beramal.
Kenapa di hiruk pikuknya jalanan, ditambah lagi saya pakai headset, saya masih mampu mendengar teriakan pria tsb,, dan sontak saya mencari arah suara, lalu menghentikan motor, dan tanpa ragu bertanya ada apa gerangan dgn pria yang berdiri di depan saya siang ini...??
Kenapa tanpa ragu pula sedikitpun saya membantu pria tsb..??
yaaa.. Mungkin karena saya pernah mengalaminya.. tapi bukan.. semoga bukan hanya karena itu... semoga Allah memang sedang mengajarkan saya untuk berbuat kebaikan tanpa pandang bulu dan ragu.